test

test dulu ya

FENOMENA RAMALAN DAN BUDAYA PAGANISME

Masih ingatkah anda dengan Paul si gurita? Dia menggegerkan seluruh du­nia setelah me­ramal semua pemenang per­tan­dingan Piala Dunia di Afrika Selatan, termasuk memprediksi keka­la­han Jerman dari Spanyol di ba­bak semifinal. Paul juga mempre­diksi Spanyol tampil sebagai jua­ra setelah di final me­na­kluk­kan...

TAHUN BARU MASEHI DAN DEKADENSI MORAL BANGSA

Meriahnya tahun baru berbanding lurus dengan meriahnya kemaksiatan di mana-mana. Ada yang berpesta dengan minuman keras, mengonsumsi obat-abatan terlarang, hingga melakukan pergaulan bebas di malam itu.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 November 2011

MR. JOHN; SANG ILMUWAN MASONIC (CERPEN)

Mr. John, salah seorang pengikut freemasonry di Prancis sedang berkumpul bersama kaum Mason lainnya di sebuah goa yang tersembunyi. Goa itu begitu gelap dan angker, hanya ada lampu-lampu tempel yang sayup-sayup memberikan penerangan. Mereka semuanya mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan penutup kepala di atasnya. Kaum Mason hadir di tempat ini untuk melakukan ritual Kabbalah, sebuah ritual paganisme yang lekat dengan tradisi sihir ala nenek moyang mereka.

Mr. John melatunkan syair-syair aneh ala kabbalah yang dipimpin oleh seorang rabbi. Di depannya ada sebuah patung anak sapi berwarna emas yang mereka puja-puja. Selama ribuan tahun, tradisi Kabbalah ini telah menjadi salah satu batu pondasi bagi setiap jenis upacara sihir. Para Rabbi yang mempelajari Kabbalah dipercayai memiliki kekuatan gaib yang besar. Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, mengatakan bahwa Kabbalah merupakan suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi.

“Kita adalah kaum Yahudi Kabbalis. Kita adalah pemuja Lucifer (baca; iblis), sang pembawa sinar cahaya. Ajaran kita adalah tidak mempercayai adanya Tuhan. Karena Tuhan telah memperlakukan kita dengan tidak adil. Dia telah mengusir Lucifer dari surga!” Rabbi itu berceramah berapi-api di tengah kaumnya. Para pengikutnya pun mengelu-elukan sang Rabbi sambil melakukan puji-pujian khas kabbalah.

Jumat, 23 September 2011

AVENTURA (Bagian 2)

Arif dijebloskan ke dalam penjara karena tuduhan kasus narkoba. Dia difitnah, dunia kriminal Brazil memang kejam. Sudah dianiaya, barang-barangnya dirampok, dijebloskan dalam penjara pula. Sementara penjara di Brazil begitu panas, padat dan mengerikan. Penjara itu bernama Carandiru Prison. Baru saja dia masuk, semua penghuni penjara berteriak bersahut-sahutan sambil memukul-mukul besi pintu sel pernjara. Arif dilanda ketakutan luar biasa. Dia terus berjalan menyusuri lorong-lorong sel penjara. Dilihatnya para narapidana di Brazil posturnya besar-besar, kekar, dan berotot. Di sekujur tubuh mereka hampir dihiasi dengan tato-tato yang menyeramkan.

“Hey, pendatang baru, kemarilah. Kita bersenang-senang, hahaha.” Salah seorang berteriak mengolok-olok Arif.

“Orang mana kau, kok beda dengan kami. Nikmatilah hidupmu di penjara Brazil. Hahaha.”

Semua penghuni penjara tertawa. Sepertinya mereka akan mendapatkan santapan baru. Arif namanya. Dia mungkin akan menjadi bulan-bulanan bagi mereka. Arif tak habis pikir jalan hidupnya bisa tersesat di penjara Brazil. Di mana Leo, dialah biang kerok semua ini. Dia yang membuat Arif menderita seperti ini. Kalau saja nanti bertemu, pasti Arif akan menghabisi Leo.

Kamis, 22 September 2011

AVENTURA (Bagian 1)



Malam sudah larut, sebuah bus baru saja tiba di terminal bus Rio De Janiero. Hujan turun sangat deras saat itu. Kilatan cahaya halilintar diiringi gelegar suara gemuruh membuat malam itu semakin mencekam. Para penumpang satu persatu turun lalu segera meninggalkan terminal karena dijemput oleh kerabatnya. Sementara Arif masih berteduh di sebuah bangku kosong seorang diri.  Dia menggendong sebuah tas ransel besar. Di dalam terdapat, notebook, handphone, dan uang lima ratus dolar. Di sampingnya ada beberapa orang sedang bermain kartu. Mereka sesekali melirik ke arah Arif. Perasaannya semakin tak nyaman saja, jangan-jangan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Arif menghubungi temannya bernama Leo yang sudah berjanji untuk menjemputnya di terminal Rio De Janiero, namun ternyata ponselnya tak aktif.

“Duh, kenapa HPnya gak aktif,” gerutunya.

Leo mengiming-iming pekerjaan kepada Arif. Entah pekerjaan apa masih belum terlalu jelas. Leo bercerita padanya  tentang kesuksesan dirinya di Brazil. Akhirnya Arif pun memberanikan diri pergi ke negeri samba ini.

“Duaaarrrrr”. Suara halilintar itu kembali menggelegar. Arif pun tergaget lalu menyebut asma Ilahi. Dia tak menyangka jadi begini urusannya. Apalagi Brazil terkenal dengan kriminalitasnya yang sangat tinggi. Warga Brazil tidak begitu menaati aturan-aturan negaranya karena memang tingkat kemakmuran rakyatnya masih rendah. Arif mencoba kembali menghubungi temannya namun kembali gagal. Dia kebingungan, ke mana harus pergi. Padahal baru pertama kali dia pergi ke negara ini. Ada beberapa orang bertubuh besar melewatinya. Mereka memandangnya sinis. Mungkin karena wajah Arif agak asing bagi warga Brazil. Terlihat dari kejauhan mereka membawa kayu-kayu balok, batu-batu besar dan ada pula yang membawa senjata tajam. Arif pun semakin gelisah.

Selasa, 20 September 2011

DO’A BERSAMA LINTAS AGAMA; TREN SINKRETISME MODERN

Do’a bersama lintas agama sudah menjadi tren akhir-akhir ini. Biasanya hal ini dilakukan sebagai respon atas suatu peristiwa besar yang terjadi. Do’a bersama semacam ini dihadiri oleh berbagai pemeluk agama yang berbeda, ada dari pihak Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainnya. Lalu masing-masing tokoh agama tersebut berdo’a kemudian diaminkan oleh orang-orang di sekitarnya yang memiliki keyakinan berbeda itu. Berikut ini salah satu acara do’a bersama lintas agama yang diadakan di Kota Semarang.


“Untuk menjaga situasi di Kota Semarang tetap kondusif dan tidak terprovokasi paska kerusuhan di Temanggung, tokoh lintas agama di Kota Semarang menggelar doa bersama, Rabu (9/2). Doa bersama yang dipimpin perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang H Multazam Ahmad itu berlangsung di Wisma Kurnia Gereja Hati Kudus Yesus Jalan Kokrosono Tanah Mas Semarang.

Doa bersama yang berlangsung khidmad itu diikuti Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengan KH Muhammad Adnan, Perwakilan agama Budha, Pandita Henry Basuki, Perwakilan agama Hindu Romangsi, Ketua Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang Tedi Kholiludin dan beberapa pendeta di Kota Semarang. Saat melakukan doa bersama para pemuka agama saling bergandengan tangan satu dengan yang lainnya.”[1]

Minggu, 18 September 2011

HUMANISME SEKULAR; MERENDAHKAN TUHAN, MENUHANKAN MANUSIA (Bagian Ketiga dari Seri Kajian “Tren Syirik Modern”)

Humanisme sekular merupakan suatu ideologi yang menempatkan manusia ke posisi setinggi-tingginya. Ia hendak memuliakan kepentingan manusia, mengalahkan kepentingan apapun. Implikasi dari paham ini, segala apa yang mengganggu dan merugikan kebebasan manusia, kepentingan manusia, selera manusia, harus dipinggirkan. Termasuk hak Tuhan untuk mencampuri dan mengatur urusan manusia, juga harus ditolak. Tegasnya, humanisme sekular hendak merendahkan Tuhan dan menuhankan manusia.


Untuk memahami humanisme, perlu diketahui asal mula istilah “humanisme” itu sendiri. Kata ini telah mengalami proses penafsiran dan penurunan kata yang cukup panjang, yang bisa ditelusuri sampai pada awal zaman Renaissance di akhir abad ke empat belas dan ke lima belas. Ada tiga istilah, yang berkaitan satu sama lain, yang perlu dipahami untuk memahami proses tersebut. Pertama, kata “humanismus”, diciptakan pada tahun 1808 oleh ahli pendidikan Jerman, F.J. Neithammer, untuk menunjuk pada tekanan pengajaran yang diberikan pada karya-karya klasik berbahasa Latin dan Yunani di sekolah-sekolah menengah yang dilawankan dengan tuntutan yang semakin meluas terhadap pendidikan yang lebih bersifat praktis dan berorientasi pada il mu pengetahuan dan sains. Kedua, “humanista”, yang diciptakan pada puncak kejayaan zaman Renaissance untuk menunjuk pada para profesor humanisme di universitas-universitas Italia. Kata “humanista” sendiri diturunkan dari sebuah istilah yang lebih tua lagi, ini istilah ketiga, yakni “humanities” atau “studia humanitatis”, yang dipakai untuk menunjuk untuk pendidikan liberal arts (seni liberal) dengan menggunakan karya-karya pengarang Romawi klasik seperti Cicero dan Gellius.[1]

DETIK (Puisi)

Detik jam terus berdetak.


Berputar dan berputar lagi

Satu menit, satu jam, satu hari

Lenyap sudah hari ini

Sabtu, 17 September 2011

BOLA LIAR SEKULARISASI

Pada awalnya, sekularisasi hanya melanda pada dimensi Negara, politik dan agama. Agama dan negara dinilai sebagai sesuatu yang dikotomis, bahkan saling konfrontasi. Urusan Negara dan politik diserahkan sepenuhnya kepada penguasa politik, alias Gereja yang dipimpin oleh para Pastor. Sedangkan agama dibatasi pada ruang lingkup ritual dan spiritual. Tidak ada satu hubungan yang harmonis di antara keduanya.

Pada masa selanjutnya, Sekularisasi mulai melanda ke berbagai dimensi kehidupan. Selain Negara dan politik, sekularisasi sudah merambah ke arah Sains, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, bahkan Psikologi. Hampir semua dimensi kehidupan tak luput dari sengatan sekularisasi. Parahnya, Negeri-negeri muslim yang menjadi korban berikutnya.

Satu contoh adalah sains yang telah dipelajari oleh berbagai kalangan. Disadari atau tidak, sains modern telah hilang dari segi Transendennya. Hal ini tidak lepas dari sejarah sains Barat yang kelam. Pada masa itu, keotoritaran gereja telah memberangus seluruh hasililmu pengetahuan. Para ilmuwan ditindak secara tegas, bahkan kejam. Terutama sekali yang bertentangan dengan doktrin gereja. Pada akhirnya, terdapat trauma dan dendam kesumat dalam diri para ilmuwan sains terhadap doktrin gereja dan jajarannya. Maka, ketika sains mulai muncul, lalu mendominasi, pihak utama yang harus disingkirkan adalah gereja, selanjutnya agama secara keseluruhan. Agama hanya akan menjadi parasit yang mengganggu berkembangnya sains. Sehingga inilah yang dinamakan dengan sekularisasi sains, kosong dari nilai-nilai transendental.