test

test dulu ya

FENOMENA RAMALAN DAN BUDAYA PAGANISME

Masih ingatkah anda dengan Paul si gurita? Dia menggegerkan seluruh du­nia setelah me­ramal semua pemenang per­tan­dingan Piala Dunia di Afrika Selatan, termasuk memprediksi keka­la­han Jerman dari Spanyol di ba­bak semifinal. Paul juga mempre­diksi Spanyol tampil sebagai jua­ra setelah di final me­na­kluk­kan...

TAHUN BARU MASEHI DAN DEKADENSI MORAL BANGSA

Meriahnya tahun baru berbanding lurus dengan meriahnya kemaksiatan di mana-mana. Ada yang berpesta dengan minuman keras, mengonsumsi obat-abatan terlarang, hingga melakukan pergaulan bebas di malam itu.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 18 September 2011

DETIK (Puisi)

Detik jam terus berdetak.


Berputar dan berputar lagi

Satu menit, satu jam, satu hari

Lenyap sudah hari ini

Sabtu, 17 September 2011

BOLA LIAR SEKULARISASI

Pada awalnya, sekularisasi hanya melanda pada dimensi Negara, politik dan agama. Agama dan negara dinilai sebagai sesuatu yang dikotomis, bahkan saling konfrontasi. Urusan Negara dan politik diserahkan sepenuhnya kepada penguasa politik, alias Gereja yang dipimpin oleh para Pastor. Sedangkan agama dibatasi pada ruang lingkup ritual dan spiritual. Tidak ada satu hubungan yang harmonis di antara keduanya.

Pada masa selanjutnya, Sekularisasi mulai melanda ke berbagai dimensi kehidupan. Selain Negara dan politik, sekularisasi sudah merambah ke arah Sains, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, bahkan Psikologi. Hampir semua dimensi kehidupan tak luput dari sengatan sekularisasi. Parahnya, Negeri-negeri muslim yang menjadi korban berikutnya.

Satu contoh adalah sains yang telah dipelajari oleh berbagai kalangan. Disadari atau tidak, sains modern telah hilang dari segi Transendennya. Hal ini tidak lepas dari sejarah sains Barat yang kelam. Pada masa itu, keotoritaran gereja telah memberangus seluruh hasililmu pengetahuan. Para ilmuwan ditindak secara tegas, bahkan kejam. Terutama sekali yang bertentangan dengan doktrin gereja. Pada akhirnya, terdapat trauma dan dendam kesumat dalam diri para ilmuwan sains terhadap doktrin gereja dan jajarannya. Maka, ketika sains mulai muncul, lalu mendominasi, pihak utama yang harus disingkirkan adalah gereja, selanjutnya agama secara keseluruhan. Agama hanya akan menjadi parasit yang mengganggu berkembangnya sains. Sehingga inilah yang dinamakan dengan sekularisasi sains, kosong dari nilai-nilai transendental.

Selasa, 13 September 2011

PLURALISME AGAMA; MEMBONGKAR MONOTHEISME ISLAM (Bagian Kedua dari Seri Kajian "Tren Syirik Modern")

Monotheisme atau tauhid adalah prinsip baku dalam Islam. Ia adalah pilar pengakuan terhadap keesaan Allah SWT. Seseorang tidak bisa lagi disebut orang Islam jika ketauhidan sudah menghilang dari dirinya. Akhir-akhir ini, umat Islam sedang menghadapi ‘teror’ sebuah ideologi yang berupaya membongkar bangunan tauhid yang sudah berdiri kokoh selama ini. Ia adalah pluralisme agama, yakni sebuah ideologi impor produk Barat yang membawa misi penghancuran terhadap sendi-sendi ketauhidan.

Maka dalam pembahasan ini penulis akan mengangkat tema kontoversial ini agar bisa ditelaah secara kritis. Dalam perspektif Barat sendiri, pluralisme agama memiliki sejumlah makna yang khas. Pluralisme agama berarti inklusivisme agama (religious inclusivism) yakni suatu pandangan alam (worldview) yang mengatakan bahwa sebuah agama bukanlah satu-satunya yang benar dan menjadi sumber eksklusif kebenaran. Dengan demikian setidaknya ada beberapa kebenaran dan nilai-nilai kebenaran berada pada agama lain.[1] Ada yang mengartikan toleransi agama (religious tolerance) yakni kondisi ko-eksistensi yang harmonis antara penganut agama yang berbeda atau sekte-sekte agama.

DERITA BOCAH PINGGIRAN

Yanto, seorang bocah jalanan, duduk di trotoar jalan raya. Bajunya terlihat sangat kotor dan berdebu. Sedangkan raut mukanya terlihat kucel dan bercucuran keringat. Dia sedang menunggu lewatnya bus kota. Dia pegang perutnya karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

Sebuah bus metro mini terlihat melintas. Yanto berlari mengejar bus tersebut. Namun sayang dia kalah cepat, karena bus melaju sangat kencang. Dia hampir saja ditabrak mobil mikrolet yang berada di belakangnya.

“Woy, mau mati lu?!” teriak seorang sopir mikrolet.

Yanto kembali menunggu di trotoar. Dia terlihat sangat letih. Berkali-kali dia mengusap keringat yang membasahi wajahnya. Lalu dia melihat kembali sebuah metro mini datang menghampirinya. Dia pun tak menyia-nyiakan lagi. Yanto berlari sekuat tenaga ke tengah jalan untuk mengejar bis tersebut. Akhirnya dia berhasil.

Senin, 12 September 2011

FENOMENA KESYIRIKAN; TEMPO DULU DAN KINI (Bagian Pertama dari Seri Kajian "Tren Syirik Modern"))

Ibarat tsunami yang meluluh-lantahkan semua yang ada di muka bumi. Seperti luapan panas erupsi gunung Merapi yang membumi-hanguskan alam di sekitarnya. Bak virus ganas yang memusnahkan semua sel-sel tubuh manusia. Itulah syirik, ia dapat mengundang murka Allah SWT, menanggung beban dosa terbesar, menggugurkan seluruh amal kebaikan, dan disiksa dalam neraka yang dahsyat nan abadi. Sungguh mengerikan dampak negatif dari perbuatan syirik.

Tempo dulu, kesyirikan identik dengan penyembahan berhala seperti yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh. Seribu tahun lamanya Nabi Nuh AS mengajak umatnya untuk mengesakan Allah SWT, namun penyimpangan itu tak juga kunjung hilang. Sebaliknya justru mendapat perlawanan keras dari kaumnya, termasuk anaknya sendiri bernama Kan’an. Lalu Nabi Nuh AS memohon kepada Allah SWT untuk memusnahkan kaum yang ingkar itu. Datanglah bencana banjir besar yang menghancurkan semuanya, bahkan orang-orang yang berlindung di atas gunung sekalipun tenggelam dan musnah.

Kamis, 23 Juni 2011

RAMADHAN, COMING SOON



Tahukan Anda? ‘Kado dari langit’ akan segera datang. Kado itu bukan kado biasa. Kado itu lebih dari sekedar kado ulang tahun. Kado itu juga tidak akan datang tiap hari, tiap minggu, atau pun tiap bulan. Tapi kado itu akan datang sekali dalam setahun. Kado itu amat spesial. Siapakah yang akan memberikan kado itu? Dia bukan sembarang pemberi, Dia juga bukan manusia, tapi Dia adalah Allah ‘Azza Wa Jalla, Sang Pencipta alam semesta, Sang Penguasa jagad raya.

Lalu, apa isi kado yang akan diberikan Allah kepada hamba-hambaNya itu? Kado spesial itu adalah Ramadhan al-Mubarak, bulan yang berlimpah keberkahan, penuh ampunan dan bertabur pahala. Ia tak lama lagi akan segera datang, coming soon, insya Allah. Namun kado itu tidak diberikan secara cuma-cuma. Tidak pula kepada sembarang orang. Karena Allah SWT akan memberikan kado spesial itu untuk orang-orang yang spesial pula. Dia hanya akan memberikan kado itu bagi orang-orang yang bermujahadah (sungguh-sungguh) dalam mengoptimalkan waktu dan amal di bulan Ramadhan.

Minggu, 05 Juni 2011

MEREKA YANG BERGERILYA DI MALAM HARI


Dari Abu Hamzah Ats-Tsimali, ia berkata, “Salah satu kebiasaan Ali bin Husain adalah memikul sekantong roti di malam hari, lalu ia mensedekahkannya, ia berkata, “Sesungguhnya, sedekah secara diam-diam dapat memadamkan kemarahan Allah.”


Banyak orang yang baru mengetahui kebaikan Ali bin Husain ini setelah ia meninggal dunia. Hal ini pernah disampaikan oleh Muhammad bin Ishaq, ia berkata, “Dahulu, penduduk Madinah hidup dan tidak tahu dari mana mereka mendapatkan jatah penghidupan. Ketika Ali bin Husain meninggal dunia mereka kehilangan apa yang biasanya mereka terima di malam hari.

Hal senada juga juga pernah dituturkan oleh Amru bin Tsabit, ia berkata, “ Ketika Ali bin Husain meninggal dunia, orang-orang memandikannya dan melihat ada bekas kehitam-hitaman di punggungnya. Mereka bertanya-tanya, bekas apakah ini? Maka, ada sebagian yang menjawab, “itu bekas dia memikul kantong gandum yang ia pikul di malam hari untuk diberikan kepada orang-orang fakir Madinah.” (Lihat Abu Hudzaifah Ath-Thalibi, Tips Begadang Syar’i, 2010)