Maka dalam pembahasan ini penulis akan mengangkat tema kontoversial ini agar bisa ditelaah secara kritis. Dalam perspektif Barat sendiri, pluralisme agama memiliki sejumlah makna yang khas. Pluralisme agama berarti inklusivisme agama (religious inclusivism) yakni suatu pandangan alam (worldview) yang mengatakan bahwa sebuah agama bukanlah satu-satunya yang benar dan menjadi sumber eksklusif kebenaran. Dengan demikian setidaknya ada beberapa kebenaran dan nilai-nilai kebenaran berada pada agama lain.[1] Ada yang mengartikan toleransi agama (religious tolerance) yakni kondisi ko-eksistensi yang harmonis antara penganut agama yang berbeda atau sekte-sekte agama.











